Guru harus mampu menjadi teladan bagi peserta didik dalam hal mengembangkan
pengetahuan. Kolb (1984) mengemukakan model holistik mengenai proses
pembelajaran pada perkembangan orang dewasa. Terdapat enam proposisi dari proses
pembelajaran ini:
- Belajar adalah suatu proses dan bukan hanya dilihat dari hasil akhir saja. Dalam pembelajaran, guru seharusnya berfokus pada proses, termasuk memberikan umpan balik pada peserta didik. Dalam hal ini peserta didik harus bisa menikmati proses yang ada. Dalam hal ini peserta didik harus bisa memahami makna pembelajaran untuk mereka.
- Pada dasarnya proses belajar merupakan proses “re-learning” atau belajar kembali. Dengan berproses, kita dapat mengetahui pemahaman peserta didik, ide atau pun pemikiran mereka, bahkan bagaimana mereka mengaitkan pembelajaran tersebut dengan pembelajaran lain.
- Belajar merupakan proses adaptasi dan juga proses menyelesaikan konflik yang ada. Adanya perbedaan dan konflik mendorong peserta didik untuk mempelajari hal baru. Peserta didik dapat belajar dari pengalaman yang ada, dapat berefleksi atas keadaan yang dialami.
- Belajar adalah proses menyeluruh dan proses adaptasi lingkungan. Belajar tidak hanya melibatkan fungsi kognisi, tetapi juga totalitas berpikir, beremosi, persepsi, dan berperilaku.
- Belajar adalah transaksi sinergis antara individu dengan lingkungan. Belajar juga melibatkan proses asimilasi pembelajaran baru dengan pembelajaran sebelumnya.
- Belajar adalah proses mendapatkan pengetahuan. Mendapatkan pengetahuan bisa diperoleh dengan experiential learning; belajar melalui mengalami, melalui pengalaman. Dengan experiential learning, peserta didik dapat mengalami proses dan mendapatkan pengetahuan.